LAMONGAN — Suasana pagi di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, kini terasa penuh harapan. Para petani yang dulunya harus bergelut dengan kondisi jalan yang becek dan licin saat berangkat ke ladang, kini bisa melangkah dengan percaya diri di atas jalan usaha tani yang telah diperbaiki dengan baik.
Proyek pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT) yang merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Tlemang kini telah sepenuhnya selesai. Infrastructur ini memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat setempat, yang mayoritas menggantungkan hidupnya di bidang pertanian.
Sebelumnya, melewati rute tersebut menjadi persoalan serius, terutama saat musim hujan. Akses menuju sawah pun bisa terhambat; pengangkutan pupuk kerap kali menjadi sulit dan hasil panen harus diangkut dengan tangan dari jarak yang jauh. Kini, sepeda motor serta kendaraan pengangkut hasil pertanian dapat melintas dengan leluasa hingga ke area persawahan.
“Dulu, kami sangat kesulitan untuk membawa pupuk atau mengangkut hasil panen, terutama setelah hujan lebat. Sekarang, jalan sudah mulus dan baik. Kami berterima kasih kepada Satgas TMMD serta pemerintah yang telah memberikan perhatian,” kata Pak Muji, seorang petani di Desa Tlemang dengan senyum lebar.
Penyelesaian proyek ini lebih dari sekadar perbaikan fisik jalan. Jalan baru tersebut melambangkan sinergi antara TNI dan masyarakat, menjadi jembatan yang membuka peluang untuk menurunkan biaya transportasi dan meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Kecamatan Ngimbang.
Komandan Satgas TMMD ke-129 menekankan bahwa pencapaian program ini adalah hasil kerja sama yang solid antara anggota tentara dan masyarakat lokal yang saling mendukung setiap hari.
Dengan selesainya pembangunan Jalan Usaha Tani, masyarakat Desa Tlemang kini menyambut musim panen dengan semangat dan harapan yang baru. Jalan yang sebelumnya menjadi penghalang kini bertransformasi menjadi lambang kebangkitan bagi warga di Lamongan. (Pendim0812)
