Kerja Sama TNI dan Petani di Sungkai: Memperkuat Ketahanan Pangan

LAMPUNG UTARA— Di bawah sinar matahari yang cerah di Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, terlihat hamparan cabai merah yang kontras dengan hijau dedaunan. Pada saat itu, keringat Pak Kusno (52) mengalir perlahan ke tanah saat ia bekerja di ladang. Namun di hari Minggu (2/8/2026) itu, senyumnya memancarkan kegembiraan yang lebih dari biasanya, karena ia tak lagi berjuang sendiri dalam memanen hasil pertanian.

Di samping Pak Kusno, sejumlah prajurit dengan seragam loreng dari Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0412/Lampung Utara terlihat sigap membantu. Tangan para tentara yang biasanya memegang senjata kini melangkah lembut saat memetik cabai merah yang siap untuk diambil di Dusun 2 RT 04.

Partisipasi Satgas TMMD di ladang milik Pak Kusno tidak hanya sekadar kerja sama dalam memanen. Lebih dari itu, aksi ini menggarisbawahi bahwa pengabdian prajurit benar-benar merentang jauh, melampaui sekadar infrastruktur fisik. Di antara mereka yang bekerja, sempat terjalin obrolan hangat yang membahas pentingnya menjaga ketahanan pangan lokal sebagai tulang punggung perekonomian desa.

“Untuk kami, ketahanan pangan adalah pondasi utama bagi pertahanan negara. Jika masyarakat sejahtera dan pasokan pangan terjamin, maka stabilitas wilayah akan terjaga dengan sendirinya,” jelas Serda Manuel, salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi. Kehadiran TNI di lahan cabai ini memberikan angin segar bagi Pak Kusno; setiap jerih payahnya dalam merawat lahan seolah terbayar dengan perhatian yang diberikan oleh para prajurit.

“Saya bersyukur sekali. Tentara yang tidak ragu membantu kami di ladang, dan yang lebih penting adalah, setelah adanya TMMD di desa kami, suasana jadi lebih aman dan damai,” kata Pak Kusno dengan mata yang berkaca-kaca. Kegiatan TMMD ke-129 ini kembali menegaskan makna kemanunggalan antara TNI dan rakyat, bahwa di balik warna merah cabai yang dipanen, tersimpan harapan untuk masa depan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *