SEBATIK, 26 Juli 2026 – Di balik hiruk-pikuk aktivitas pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang diprakarsai oleh Kodim 0911/Nunukan, terdapat kisah penuh makna di sebuah gubuk sederhana di tepi sawah Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat. Momen ini melampaui sekadar kegiatan makan siang, dan menjadi simbol nyata dari kedekatan antara TNI dan masyarakat yang tulus.
Dalam sebuah potret yang diambil saat istirahat, terlihat Prada Rizki, anggota Satgas TMMD ke-129, yang berpenampilan gagah dalam seragamnya, duduk bersila di atas papan kayu gubuk terbuka. Di depannya terdapat seorang bocah dari desa tersebut yang semringah mengenakan kaos putih polos dan tampak sangat antusias.
Yang mencuri perhatian bukan hanya makanan yang mereka sajikan, tetapi juga sikap penuh kasih dari Prada Rizki saat ia dengan lembut menyuapi bocah tersebut. Sendok penuh nasi dengan lembut mendarat di mulut anak yang terbuka lebar, dengan mata cerah penuh harapan, dan di antara mereka terlihat wadah stirofoam berisi sisa makanan yang telah mereka bagi.
Adegan ini lebih dari sekadar pelengkap berita, ia mencerminkan jiwa seorang prajurit yang tidak hanya bertugas dalam pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat. Di beranda yang sederhana, dimana hamparan sawah hijau dapat terlihat, batasan antara tentara dan warga menjadi kabur, dipenuhi oleh suasana akrab seperti hubungan kakak-adik. “Melihat adik ini mengingatkan saya pada adik di rumah,” ungkap Prada Rizki dengan lirih, tetapi penuh arti. “Di sela-sela tugas, berbagi senyum dan sedikit rezeki seperti ini adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga berharap kehadiran kami dapat memberi semangat untuk masa depan mereka.”
Tindakan menyuapi mengandung makna yang dalam, simbol dari kepedulian, perlindungan, dan harapan. Di mata bocah dari Nunukan ini, Prada Rizki bukan sekedar seorang prajurit berseragam, melainkan sosok abang pelindung yang hadir untuk memberikan perubahan berarti. Momen ini menjadi pengingat bahwa tujuan TMMD tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah struktur yang didirikan, tetapi seberapa besar TNI mampu masuk ke dalam hati masyarakat, memberikan rasa aman, serta menanamkan harapan baru bagi generasi mendatang, terutama di daerah perbatasan seperti Nunukan.
Di bawah atap gubuk sederhana tersebut, dengan latar belakang sawah yang siap panen, gambar Prada Rizki dan bocah itu menciptakan simbol abadi dari sinergi TNI dan Rakyat. Ini adalah janji tak terucap bahwa TNI akan selalu hadir, bukan hanya untuk melindungi kedaulatan, tetapi juga untuk menggugah dan menyuapi impian anak bangsa.
