Kedekatan Emosional Satgas TMMD dan Warga Parumpanai Melalui Sarabba dan Musik

Luwu Timur – Secangkir sarabba hangat, sepiring pisang goreng, dan alunan gitar menjadi penghangat suasana di Posko TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo di Desa Parumpanai, Minggu malam (26/10/2026). Di tengah kesibukan pembangunan desa, kebersamaan sederhana itu mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat.

Sekitar pukul 20.00 WITA, setelah menyelesaikan pekerjaan di sejumlah sasaran fisik, personel Satgas TMMD berkumpul bersama warga di teras rumah Bapak Lantara (52), yang digunakan sebagai Posko. Mereka duduk melingkar, menikmati hidangan tradisional sembari berbincang santai.

Ibu-ibu warga setempat turut meramaikan suasana dengan membawa pisang goreng dan ubi rebus. Minuman sarabba disajikan untuk dinikmati bersama. Tidak ada acara resmi ataupun jarak yang terasa kaku. Semua larut dalam suasana kekeluargaan.

Sertu Baharuddin menjadi salah satu pusat perhatian malam itu. Dengan gitar di tangannya, ia mengajak warga menyanyikan lagu-lagu Bugis, dangdut, hingga lagu kebangsaan. Sesekali, tawa pecah ketika prajurit dan warga saling melontarkan cerita lucu tentang aktivitas mereka sepanjang hari.

“Setiap malam kita ngumpul, Komandan, saya bawa gitar, kita nyanyi bareng warga. Lagu Bugis, lagu dangdut, lagu kebangsaan. Warga nyanyi, kita nyanyi, tertawa bareng. Tadi malam kita nyanyi sampai jam 10 malam, sarabba tiga teko habis, pisang goreng dua piring habis,” kata Sertu Baharuddin.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan setelah bekerja. Percakapan dengan warga juga membuka kesempatan bagi prajurit untuk mengenal kehidupan masyarakat lebih dekat.

“Warga cerita masalah kebunnya, kita kasih solusi. Pemuda tanya cara daftar TNI, kita jelaskan. Anak-anak minta diajar baca, kita ajari. Malam itu paling hangat, lebih hangat dari siang yang panas,” lanjutnya.

Kehangatan itu membuat Bapak Lantara merasa rumahnya bukan hanya menjadi tempat singgah prajurit, tetapi juga ruang pertemuan warga dan Satgas TMMD.

“Sejak ada TMMD, rumah saya ramai setiap malam. Jam delapan tentara dan warga kumpul di teras saya, ngopi, cerita, nyanyi. Saya bawakan kopi gula aren, istri bawakan pisang goreng. Kami makan bersama. Rasanya seperti punya anak banyak tentara,” tuturnya.

Ia mengaku kedekatan yang terbangun membuat masyarakat tidak lagi merasa berjarak dengan prajurit TNI. Bahkan, anak-anaknya mulai akrab dan nyaman berada di tengah personel Satgas.

“Keakraban di malam hari ini bikin kami tidak merasa jauh dengan tentara, sudah seperti keluarga sendiri. Kalau nanti TMMD selesai, pasti kami kangen malam-malam seperti ini,” ucapnya dengan haru.

Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat tumbuh melalui hal-hal sederhana. Di sela pembangunan rabat beton, jembatan, RTLH, tower air, dan talud, prajurit tetap menyediakan waktu untuk mendengar cerita, berbagi pengalaman, dan menjalin silaturahmi.

Melalui suasana hangat di Posko, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berharap hubungan baik dengan warga Desa Parumpanai terus terjaga, bahkan setelah program TMMD berakhir.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *