Bangli – Program ketahanan pangan yang merupakan bagian dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1626/Bangli yang dilaksanakan di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli menunjukkan hasil yang mengesankan. Tanaman Pak Coy yang ditanam dalam kegiatan ini kini berkembang dengan baik dan seragam, memberikan sinyal positif mengenai keberhasilan kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat lokal dalam bidang pertanian.
Inisiatif ini diadakan sebagai implementasi dari tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, yang fokus tidak hanya pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga memperkuat sektor pertanian untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini menunjukkan komitmen TNI dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masyarakat.
Di lahan seluas 15 Are milik I Nyoman Siram yang terletak di Desa Sekardadi, anggota Satgas TMMD secara rutin melakukan perawatan tanaman, mulai dari pemantauan perkembangan, pembersihan tanaman pengganggu, hingga perawatan media tanam. Hasil observasi di lokasi menunjukkan bahwa tanaman Pak Coy tumbuh sehat dengan warna daun hijau cerah dan seragam.
Letkol Inf Yugi Prastawa, S.I.P., M.I.P., selaku Komandan Satuan Tugas TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli, menyatakan bahwa kemajuan tanaman tersebut merupakan hasil dari kerjasama yang kuat antara TNI dan penduduk setempat. “Kemajuan tanaman Pak Coy ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat mampu memberikan manfaat sebenar bagi rakyat. Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun harapan dan kemandirian pangan,” ujarnya.
Menurut Letkol Prastawa, program ketahanan pangan yang diusung dalam TMMD ini bertujuan untuk membawa dampak jangka panjang. Dengan pendekatan pendampingan pertanian, masyarakat didorong untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada agar produktivitas dan pendapatan keluarga dapat meningkat. Keterlibatan warga dalam aktivitas pertanian dengan dukungan TNI menunjukkan sinergi yang baik, yang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk mengelola pertanian secara lebih efektif.
I Nyoman Siram, pemilik lahan, menyatakan kebahagiaannya atas perkembangan tanaman Pak Coy. Dia percaya bahwa dukungan yang diberikan oleh Satgas TMMD memberikan energi positif bagi petani di desanya. “Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari TNI. Tanaman Pak Coy tumbuh dengan baik dan kami berharap bahwa hasil panennya dapat menjadikan peningkatan penghasilan keluarga kami serta menjadi pendorong bagi warga lain untuk lebih semangat bertani,” ujarnya.
Pertumbuhan positif tanaman ini menggambarkan bahwa manajemen lahan dilakukan dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial. Kerjasama di bidang pertanian mempererat ikatan antara personel TNI dengan komunitas, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong yang merupakan ciri khas masyarakat Indonesia.
Diharapkan bahwa program ketahanan pangan TMMD di Desa Sekardadi dapat menjadi pendorong pertumbuhan sektor pertanian hortikultura di Kintamani. Dengan memanfaatkan lahan secara efisien, masyarakat bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui hasil panen yang berkualitas.
