LAMPUNG UTARA— Di bawah teriknya matahari yang membakar, Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, tampak berdebu. Meskipun cuaca ekstrem menyelimuti ladang, Pak Riyanto (47) tak menunjukkan tanda-tanda lelah saat melangkah di atas tanah Dusun 2 RT 04 yang retak. Panen singkongnya yang ditunggu-tunggu selama 10 bulan akhirnya tiba.
Hari itu, Pak Riyanto tidak sendirian. Sejumlah prajurit berpakaian loreng dari Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0412/Lampung Utara berjuang melawan terik sambil menelusuri ladang dan pematang. Dengan sikap penuh hormat, mereka ikut bergabung, berbagi tenaga dengan Pak Riyanto untuk mengambil umbi-umbi singkong yang sudah matang dari dalam tanah.
Kegiatan bersama ini lebih dari sekadar pencabutan singkong. Saat mereka bekerjasama mengumpulkan hasil panen, terjalin juga komunikasi yang edukatif dan menyenangkan antara para prajurit dan petani.
“Hujan yang langka dan panas yang terus membara jadi tantangan besar bagi hasil pertanian kita. Namun, kita harus tetap optimis, karena singkong adalah salah satu pilar ketahanan pangan yang harus kita jaga. Jika kita menjaga kekuatan petani dan ketersediaan pangan, ekonomi desa akan terus berjalan dengan baik,” ucap Pelda Rudi Hartono, salah seorang prajurit, saat melanjutkan tugasnya.
Bagi Pak Riyanto, kehadiran prajurit TNI di ladangnya memberikan motivasi tambahan. Terik matahari dan keletihan seolah terbayar berkat semangat dan solidaritas yang terlihat di lapangan.
“Saya sangat menghargai dan merasa beruntung. Tentara mau ikut serta di ladang kami, melakukan pekerjaan berat bersama kami. Selain itu, saya belajar banyak cara merawat tanah agar tetap subur dalam cuaca yang sulit, dan kehadiran mereka membuat desa kami lebih aman dan nyaman,” kata Pak Riyanto dengan sorot penuh kebahagiaan.
Aksi nyata dari Satgas TMMD ke-129 Kodim 0412/LU di Desa Baru Raharja menegaskan kembali makna dari kolaborasi antara TNI dan rakyat. Pengabdian mereka tidak hanya terlihat dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam peluh dan dedikasi petani.
Dari ladang kering di Sungkai Utara dan umbi singkong yang berhasil dipanen hari ini, tersimpan pesan penting: kedaulatan pangan bangsa adalah hasil kerjasama yang saling mendukung, antara petani dan prajurit di seluruh pelosok negeri. #(Pendim 0412/LU).
